Pengunjung itu mundur selangkah demi selangkah, sampai ia pergi dari aula berkabung.

Hanya tinggal pelayan tua kurus berambut putih, diterangi oleh lentera yang muram.

Dan kemudian, seluruh aula berkabung dipenuhi dengan suara.

“Justice of Hu.” Dia menyapa pelayan tua itu. “Karena kau tahu aku mengirim dia kesini, mengapa kau tidak membiarkan dia melihat jasad master?”


Baca selengkapnya disini...