Dia melepas mantel bulunya yang berwarna ungu kemerahan dan menggantungnya di gantungan yang terbuat dari cendana berwarna ungu kemerahan pada tiang sebelah kiri. Di tangan kanannya ia memegang satu set penjepit tembaga berwarna ungu kemerahan, yang mana ia gunakan untuk menyalakan api pada kompor arang tembaga berwarna merah keunguan didepannya, sebuah kompor arang yang tak pernah padam.

Dia sangat teliti, pemilih, dan merencanakan segala sesuatunya dengan matang. Dia tak pernah mau menyia-nyiakan energinya sedikitpun, dan juga tidak pernah lengah. Dia bahkan tidak membuat pengecualian untuk hal-hal kecil dalam hidupnya.


Baca selengkapnya disini...