Cincin hitam itu menggelinding ke arah tepat di depan pintu.

Setelah Linley mendapati beberapa langkah untuk menuju pintu itu, ia tetiba berhenti karena ia dapat merasakan sesuatu yang keras di telapak kakinya.

“Aku tak menemukan satu batupun tadi. Yang kuinjak ini pasti serpihan dari laci itu tadi.” Mengingat laci yang roboh tadi, Linley merasa amat marah, dan ia menginjak yang dikiranya serpihan kayu itu dengan keras.

Pikir Linley yang diinjaknya hanyalah serpihan kayu yang setelah diinjak harusnya pecah berkeping-keping. Namun nyatanya…

“Wah, apa ini? Keras sekali.” Linley merasakan bahwa yang diinjaknya itu sangat keras dan segera melihat benda apa yang diinjaknya.


Baca selengkapnya disini...