Ikan lele ialah ikan yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup lebih lama walaupun bertahan hidupnya harus berdesak desakan (Hidup didalam kepadatan yang sangat tinggi).

Ikan lele ini mempunyai kemampuan yang sangat tinggi untuk mengubah pakan menjadi bobot tubuh dengan maksimal.

Artinya, apabila kita akan melakukan budidaya lele, pertama-tama pakan yang harus digunakan untuk budidaya lele ini harus sangat efisien sekali.

Dengan adanya kemampuan seperti itu, budidaya ikan lele ini dapat menjadi bisnis yang sangat menjanjikan sekali, dari sebagian orang yang memang telah berniat untuk melakukannya secara sungguh-sungguh.

Didalam dunia budidaya, khususnya untuk lele, budidaya lele ini terbagi menjadi 2 tingkatan. Tingkatan-tingkatan tersebut itu ialah, tingkatan yang pertama adalah pembenihan, dan tingkatan yang kedua ini adalah pembesaran.

Dengan cara sederhana, tingkat pembenihan ini diartikan sebagai tingkatan yang memiliki tujuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sementara dengan tingkatan pembesaran ini memiliki tujuan untuk menghasilkan ikan lele yang sudah siap untuk di konsumsi.

Baiklah, pada artikel ini secara khusus, saya akan menjelaskan atau menerangkan beberapa hal yang berkaitan dengan budidaya lele pada tingkatan pembesaran, untuk lele siap di konsumsi dan siap dijual. Mari kita simak isi artikel ini.

Kolam yang dijadikan Sebagai Tempat Budidaya Lele
Saat ini sudah banyak ditemui dari berbagai media atau kolam yang dipakai untuk budidaya ikan lele.

Pada setiap masing-masing kolam memiliki karakter yang berbeda. Pada masing kolam itu pasti akan ada kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Nah, untuk memutuskan tempat atau kolam apa yang sekiranya sangat cocok untuk dipakai, ada beberapa yang harus kita perhatikan terlebih dahulu agar budidaya ikan lele ini lancer.

Pertama tama ketika akan memilih kolam untuk budidaya ikan lele ini ada yang perlu kita perhatikan terlebih dahulu, misalkan seperti kondisi lingkungan sekitar, kebaragaan tenaga kerja, dan sumber dana.

Dibawah ini adalah ada jenis-jenis kolam tanah yang dapat dijadikan tempat untuk budidaya ikan lele:

1. Kolam tanah
2. Kolam semen
3. Kolam terpal
4. Keramba
5. Jaring apung

Pada tulisan ini, saya ingin menjelaskan mengenai cara budidaya ikan lele di kolam tanah. Mengapa? Karena kolam tanah ini lah kolam yang paling banyak dipakai oleh orang-orang yang membudidaya ikan lele ini.

Pengeringan Kolam Tanah dan Pengolahannya



Sebelum bibit ikan lele taburkan pada kolam, pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengeringkan kolam tanah terlebih dahulu. Biasanya para pembudidaya-pembudidaya ikan lele lainnya bahwa mengerinkan kolam tanah ini waktu idealnya kurang lebih sekitar 3 sampai 7 hari, itupun tergantung dengan kondisi kepanasan sinar matahari.

Untuk melihat kolam tanahnya sudah kering atau belum, kita dapat melihat dari keadaan tanah. Apabila keadaan tanah itu sudah retak-retak, maka kolam tanah itu dapat dibilang bahwa kolam tanah tersebut telah cukup kering.

Ada yang tau kenapa kolam tanah harus di keringkan terlebih dahulu? Jika belum ada yang ngetauhui juga tak papa.

Jadi, inti dari tujuan pengeringan kolam tanah ini adalah untuk membasmi bakteri-bakteri kuman-kuman jahat yang dapat membuat ikan lele berpenyakitan.

Apabila kolam tanah itu sudah kering, maka tanah pada kolam tersebut harus dibajak dengan cangkul, mengapa harus dibajak terlebih dahulu? Agar kegemburan pada tanah akan ter-perbaiki sambil membuang sisa-sisa gas beracun yang pernah menghendap pada tanah.
Yang mana apabila gas itu tidak dibuang, maka gas gas beracun itu akan mengganggu proses pertumbuhan budidaya lele.

Ketika dalam proses pembajakan, diusahakan lapisan-lapisan lumpur hitam yang ada tanah itu diangkat terlebih dahulu. Mengapa diangkat terlebih dahulu? Karena lumpur hitam itu memiliki bau yang berbau busuk.

adanya bau busuk pada lumpur hitam itu diakibatkan dari adanya gas-gas beracun seperti hydrogen, ammonia, sulfide, dan gas-gas beracun dari sisa-sisa makanan ikan yang tidak termakan oleh ikan.

Pemupukan Pada Kolam Tanah


Adanya proses pengapuraj ini akan membantu pemberantasan pafa mkitootganisme dan pathogen. Kapur yang kerap digunakan untuk pengapuran adalah kapu dolomit atau kapur tohor.
Gimana sih cara pengapuran pada kolam tanah yang baik yang benar? Gampang sekali, yaitu apabila ada kapur yang sudah dibeli, maka taburkanlah kapur itu pada permukaan dasar kolam tanah secara merata.

Kemudian, setelah ditaburkan kapur itu pada permukaan kolam tanah, makia tanah itu harus dibalikan supaya kapur yang telah ditaburi pada permukaan kolam tanah itu bias meresap kedalam tanah.

Takaran yang biasa dipakai untuk melakukan pengapuran adalah sekitar 250 sampai 750 gram. Atau kita menyesuaikan sendiri dengan tingkatan keasaman pada tanah.
Apabila tingkat keasaman pada tanah itu tinggi, maka semakin banyak juga kapur yang akan dibutuhkan.

Selanjutnya adalah langkah-langkah prosesnya pemupukan. Dianjurkan untuk memakai campuran pupuk organic yang ditambah dengan TSP dan urea. Pupuk organic yang digunakan itu adalah pupuk kandang.

Baca Juga Artikel ini, di artikel ini banyak sekali Ragam informasi yang dapat kita cari

Terimakasih telah membaca, semoga bermanfaat :)