Cabe merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Cabe termasuk bagian pokok bumbu dapur yang telah menjadi kebutuhan setiap hari.

Akan tetapi kenyataan di lapangan, ketika budidaya cabe masih terdapat beberapa kesulitan, diantaranya ialah teknik budidaya cabe yang kurang tepat, kurangnya unsur hara yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman, dan mengenai adanya hama dan penyakit.

PT Natural Nusantara yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang agrobisnis, dan telah mahir dalam mengatasi masalah -- masalah dalam bidang pertanian. Dibantu dukungan SDM yang berkualitas akan menghasilkan cara Budidaya Cabe Merah Keriting yang tepat, serta dengan adanya produk berkualitas pupuk organik dan pestisida organik diharapkan mampu memberikan hasil panen yang banyak.

Cara Menanam Cabe

Fase Pra Tanam

1. Pengolahan Lahan

  • Tebarkan pupuk kandang yang sudah matang ke lahan pakai anjuran 0,5 hingga 1 ton setiapr 1.000 m2.
  • Lahan selanjutnya diaduk, lalu diamkan selama kurang lebih semiunggu.
  • Aplikasikan dolomit sekitar 0,25 ton setiap 1.000 m2.
  • Lalu buat bedengan dengan ukuran lebar 100 cm dan parit dengan lebar 80 cm
  • Lakukan penyiraman menggunakan SUPERNASA sebanyak 1 botol, atau dengan POC NASA sebanyak 1 -- 2 botol. Cara aplikasinya ialah sebagai berikut :


SUPERNASA : Larutkan sebanyak 1 Botol SUPERNASA dengan 3 liter atmosphere untuk dijadikan larutan induk. Kemudian dalam 200 cc larutan induk dicampur dengan 50 liter atmosphere untuk disiramkan pada bedengan. Alternatif lainnya ialah menggunakan 1 peres sendok makan SUPERNASA dicampur dengan atmosphere sebanyak 1 gembor (quantity 10 liter) untuk disiramkan pada bedengan kira-kira 5 -- 10 cm.

POC NASA : Gunakan sebanyak two hingga 4 tutup botol POC NASA dicampur dengan atmosphere sebanyak 1 gembor (quantity 10 liter).

  • Campurkan Natural Glio sebanyak 100 hingga 200 g (1 hingga two sachet|bungkus}) dengan kompos sebanyak 50 hingga 100 kg diamkan kira-kira 1 minggu kemudian siap untuk disebarkan ke bedengan kira-kira 5 hingga 10 cm.
  • Tutup bedengan menggunakan mulsa plastik dan dilubangi dengan jarak tanamnya 60 cm x 70 cm dengan pola zig zag, selanjutnya diamkan kembali kira-kira 1 hingga 2 minggu.


2. Persiapan Benih Cabe

Siapkan benih cabe sebanyak 1 hingga 2,5 sachet benih cabe untuk kebutuhan lahan a 1000 m2. Selanjutnya rendam benih dengan POC NASA pakai dosis 0,5 hingga 1 tutup botol each 1 liter atmosphere hangat kemudian diamkan sekitar satu malam.

Fase Penyemaian Budidaya Cabe (0 hingga 30 Hari)

1. Tempat Tanam Bibit Cabe

Arah persemaian sebaiknya terletak menghadap ke timur dengan dibuat naungan pada atapnya dengan plastik atau rumbia. Media tumbuh bibit dibuat dari campuran tanah dengan pupuk kandang yang sudah disaring. Ciri dari serangannya tanaman menjadi layu secara mendadak, mengering dan berguguran. Pengendaliannya yaitu memusnahkan tanaman yang terserang agar meminimalkan penyebaran penyakit, menyebarkan Natural Glio sejak awal.

  • Penyakit Bercak Daun (Cercospora capsici)


Serangan oleh jamur ini terjadi saat musim hujan diawali pada daun tua dari bagian bawah. Tanda-tanda dari serangan akan muncul bercak dengan beberapa ukuran bagian bagian tengah memiliki warna abu--abu atau putih serta berlubang atau sobek. Daun terlihat menguning sebelum waktunya, selanjutnya berguguran tersisa buah dan batrangnya saja dan buah rusak karena terbakar sinar matahari. Selalu lakukan pengamatan pada bagian daun tua.

  • Lalat Buah (Dacus dorsalis)


Tanda-tanda dari serangan hama ini yaitu buah menjadi keropos karena daging buahnya dimakan oleh belatung yang masuk kedalam buah. Kebanyakan buah sering gugur muda dan bentuknya berubah. Lubang yang muncul pada buah membuat bakteri pembusuk lebih mudah masuk membuat buah busuk basah. Lakukan pengamatan pada buah yang busuk selanjutnya kumpulkan dan dimusnahkan. Untuk mengatasi lalat buah menggunakan perangkap Natural Metilat Lem 40 buah tiap hektar.

  • Penyakit Busuk Buah (Antraknosa)


Tanda-tanda awal dari serangan penyakit ini ialah muncul bercak--bercak pada buah yang membusuk selanjutnya melebar dan berubah berwarna oranye, hitam atau abu--abu. Pada bagian tengah bercak terdapat garis--garis berbentuk bulat penuh dan titik spora berwarna hitam. Bila terjadi serangan hebat akan berakibat seluruh bagian buah akan mengering. Pengamatan dilakukan terhadap buah yang berwarna merah dan hijau. Pengendalian dengan mengunpulkan buah yang terserang dan dimusnahkan. Bila terjadi serangan hebat sebarkan Natural Glio di bawah tanaman.

6. Kebutuhan complete pupuk makro tiap lahan 1000 m2 :

  • umur 1 hingga 4 minggu : Urea 7 kg, SP 36-7 kg, KCL 7 kg
  • umur 5 hingga 12 minggu : Urea 56 kg, SP-36 28 kg, KCL 28 kg


Tahap Panen dan Sesudah Panen

1. Masa Panen

Cabe akan panen pertama saat umur 60 hingga 75 hari. Selanjutnya untuk panen kedua dan panen berikutnya yakni a two hingga 3 hari dengan jumlah panen dapat mencapai 30 hingga 40 kali bahkan lebih. Tergantung pada ketinggian tempat serta cara budidaya cabenya. Setelah panen ketiga, semprotkan POC NASA dan HORMONIK dan pemupukan kembali menggunakan perbandingan seperti diatas.

2. Cara Panen

Proses pemetikan cabe sebaiknya dilakukan saat pagi hari setelah embun kering. Petik buah cabe dengan usia kematangannya kira-kira 80 percent (tidak terlalu tua). Proses penyortiran cabe bisa dilakukan secara langsung di lahan. Buah yang busuk dikumpulkan dan dimusnahkan sebagai upaya pencegahan terhadap berkembangnya hama dan penyakit. Jika hasil cabai terkumpul simpan panen pada tempat yang teduh.

Demikian berbagai poin mengenai teknik budidaya cabe menggunakan teknologi NASA. Semoga menggunakan teknik diatas dapat memberikan hasil yang maksimal dan didapatkan hasil produksi cabe dengan mutu baik, baik dari segi kualitas, angka panen dan kelestarian lingkungan.