Film horor adalah film yang berusaha untuk memancing emosi berupa ketakutan dan rasa ngeri dari penontonnya. Alur cerita mereka sering melibatkan tema-tema kematian, supranatural, atau penyakit mental. Banyak cerita film horor yang berpusat pada sebuah tokoh antagonis tertentu yang jahat. Banyak juga film horor Indonesia terbaik yang dibuat.

Sebelum Perang Dunia II, film horor sebagian besar dibuat berdasarkan dari karya-karya sastra klasik bertema gotik / horor dari negara-negara Barat, seperti Drakula (1931), Frankenstein (1931), The Phantom of the Opera (1925), dan Dr Jekyll and Mr. Hyde (1941).

Dalam dunia perfilman yang lebih baru, film horor sering menarik inspirasi dari kegelisahan hidup yang timbul setelah Perang Dunia II, sehingga terciptalah tiga sub-ragam yang berbeda namun saling berhubungan di Amerika Serikat di mana industri film horor berkembang sangat pesat. Ketiga sub-ragam tersebut adalah: horor-kepribadian seperti film Psycho (1960), horor-kiamat seperti film Invasion of The Body Snatchers (1956), dan horor-setan seperti film The Exorcist (1973). Dari sudut pandang industri film horor Amerika, sub-ragam yang terakhir dapat dilihat sebagai transisi modern dari film horor lama, di mana penekanan pada agen-agen supranatural yang membawa kengerian bagi dunia semakin diutamakan.[1]

Film horor umumnya telah diasosiasikan dengan kekerasan, anggaran yang rendah (B film), dan eksploitasi. Namun nyatanya banyak sutradara film dari Amerika yang terkenal dan dihormati seperti Alfred Hitchcock, Roman Polanski, Stanley Kubrick, John Carpenter, William Friedkin, Richard Donner, dan Francis Ford Coppola telah menggarap setidaknya satu judul film dalam ragam yang unik ini. Para kritikus film horor kebanyakan menganalisa film ragam ini dari sudut pandang teori ragam dan teori auteur.

Beberapa film horor memasukkan unsur-unsur ragam lain seperti fiksi ilmiah, fantasi, mockumentary, komedi hitam, dan cerita getaran, yang menciptakan sebuah perpaduan atau sub-ragam yang baru.

Info Akurat