Berdialog tentangt pendidikan kita seluruh pastinya sudah tahu kalau betapa pentingnya pendidikan itu. Pendidikan, keahlian, wawasan merupakan keliru satu modal yang kita miliki buat hidup di jaman yang serba sulit ini. Kenapa dikatakan begitu?

Kita tentu telah bisa menjawabnya, apa perihal pertama yang diamati bila kita mau mengajukan surat lamaran perkerjaan? Apa yang kita butuhkan saat mau memulai suatu bisnis atau usaha?

Pastinya aja pendidikan, keahlian, wawasan dan pengetahuanlah yang kita perlukan. Di dalam bangku pendidikan mayoritas sekali hal yang kita dapatkan. Tetapi baik kenapa sebagian besar sekali warga di State ini yang tak mengenyam bangku pendidikan sama halnya mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah State ini. Tampaknya kesadaran mereka tetang perlunya pendidikan perlu ditingkatkan.

Sama halnya yang diungkapkan Daoed Joesoef tentang krusialnya pendidikan : “Pendidikan termasuk seluruh bidang penghidupan, pada memilih dan membina hidup yang bagus, yang sejalan dengan martabat manusia” & tentulah dari pernyataan itu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan perihal yang amat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan.

Jadi bangsa yang maju tentu termasuk cita-cita yang mau dicapai oleh masing masing negeri di dunia. Sudah menjadi sebuah rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negeri di pengaruhi dari faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga sebuah bangsa bisa diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui kalau suatu Pendidikan pastinya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas bagus dari segi spritual, intelegensi dan power serta pendidikan adalah tahapan mencetak generasi penerus bangsa. Apabila sign dari tahapan pendidikan ini gagal jadi rumit dibayangkan bagaimana bisa meraih kemajuan.

Bagi sebuah bangsa yang mau maju, pendidik mesti dipandang sebagai suatu kebutuhan mirip halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Jadi pastinya penambahan mutu pendidikan juga berpengaruh pada perbaruan sebuah bangsa. Kita ambil contoh Amerika, mereka takkan dapat jadi semacam sekarang ini apabila –maaf– pendidikan mereka setarap dengan kita. Lalu bagaimana dengan Jepang? si pakar Teknologi itu? Jepang benar-benar toleransi Pendidikan, mereka bersedia menghasilkan dana yang benar-benar besar hanya untuk pendidikan bukan buat kampanye atau hal lain tentang kedudukan seperti yang–maaf– State lakukan. Tak ubahnya negeri lainnya, misalnya Malaya serta Singapura yang jadi negeri tetangga kita.

Baca juga : Contoh Cerpen Kisah Remaja

Krusialnya Pendidikan Bagi Kehidupan
Mungkin agak demi sedikit Indonesia pula sadar akan perlunya pendidikan. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei menitikberatkan atau mengambil tema pendidikan karakter bagi membangun peradaban bangsa & semacam yang diberitakan kalau Kementrian Pendidikan Nasional sudah menyediakan infrastruktur menyangkut akses informasi bekerja mirip dengan MNC Group, lewat TV berbayarnya, Indovision menyiarkan siaran televisi untuk pendidikan. Serta pula penyediaan taman bacaan di pusat perbelanjaan. Namun apa pendidikan karakter ini bisa merubah masalah-masalah yang kerap kita hadapi pada dunia pendidikan?

Didalam UU No. 20/2003 mengenai sistem pendidikan Nasional, tercantum pengertian pendidikan: “pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana untuk mewujudkan belajar & tahapan pembelajaran agar peserta didik dengan aktif mengembangkan peluang dirinya makanya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan dari dirinya, warga, banga & negara” Namun satu pertanyaan, sudahkah pendidikan kita misalnya yang tercantum dalam UU ?