Lionel Messi dan Andres Iniesta menuntaskan laga El Clasico yang lalu dengan hasil imbang di Camp Nou. Ada suka dan duka yang menyelimuti kedua pemain ini. Apa komentar Iniesta tentang masa depannya? Dan rekor apa lagi yang dicetak The Messiah?

Laga besar El Clasico dalam lanjutan La Liga pada Senin (7/5/2018) dinihari WIB lalu berakhir tanpa pemenang. Bermain di Camp Nou, Barcelona gagal mempersembahkan kemenangan untuk para pendukungnya usai dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Real Madrid. Momen berbeda dirasakan oleh dua bintang El Barca, Andres Iniesta dan Lionel Messi di laga tersebut.

El Clasico jilid dua musim ini nyaris berakhir bahagia untuk tim tuan rumah. Pertandingan baru berjalan 10 menit, Luis Suarez sudah membuka keunggulan Barca setelah menerima umpan dari Sergi Roberto. Cristiano Ronaldo sempat membuat keadaan kembali imbang menjadi 1-1 yang bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, Lionel Messi sukses mencetak gol di menit ke-52. Di tengah pertandingan babak kedua, Barca harus bermain dengan 10 orang lantaran Sergi Roberto diganjar kartu merah. Kemenangan Blaugrana dibuyarkan oleh Gareth Bale yang membuat gol penyama di menit ke-72. Hasil imbang ini tak memengaruhi posisi kedua tim di klasemen sementara La Liga, mengingat Barca sudah terlebih dahulu merayakan pesta juara La Liga pada pekan sebelumnya.

El Clasico Terakhir Andres Iniesta

Di satu sisi, pertandingan El Clasico pada Senin dinihari WIB itu menjadi yang terakhir bagi kapten Barcelona, Andres Iniesta. Seperti diketahui, pemain jebolan akademi La Masia itu sudah mengumumkan bakal meninggalkan Camp Nou di akhir musim. Klub yang ditujunya adalah Chongqing Dangdai Lifan di Liga Super Tiongkok.

Iniesta sendiri sangat menikmati sengitnya duel El Clasico terakhir dalam kariernya. Sayangnya, Iniesta tidak benar-benar dalam kondisi fit untuk berada di atas lapangan sampai akhir laga di El Clasico terakhirnya itu.

Gelandang berumur 33 tahun sebenarnya sangat menyukai atmosfer pertandingan yang sangat sengit sejak peluit sepak mula. Namun demikian, kondisinya memang sudah kurang baik sejak bermain di final Copa del Rey beberapa waktu lalu. Ia pun harus keluar di menit ke-58 dan digantikan oleh Paulinho.

“Sejak final Copa del Rey, saya memang belum fit benar. Tetapi saya memberikan segalanya untuk tim dan menikmati laga-laga terakhir saya,” ujar Iniesta dikutip dari Marca.

“Saya sangat menikmati El Clasico kali ini, bahkan walau saya sedang tidak dalam kondisi fit. Saya mencoba untuk tetap menikmati karena tidak ada pertandingan lain seperti El Clasico,” tegasnya.

“Pertandingan ini sangat intens, meskipun hasil pertandingan tidak lagi menentukan bagi kedua tim. Tetapi pertandingan ini tetap spesial dan saya sangat menikmati.”

“Kedua kubu berusaha untuk meraih kemenangan, tetapi akhirnya hasil imbang ini membuat kami bisa pergi dan merasa tenang,” ungkap sang pemain.

Rekor Lionel Messi

Sementara itu pemain Barcelona lainnya, Lionel Messi, merasakan momen yang berbeda di pertandingan ini. Berhasil mencetak gol kedua Barca membuat La Pulga menjadi pemain paling subur dalam sejarah El Clasico di Camp Nou. Total sudah tujuh gol yang ia buat ke gawang Real Madrid tiap kali bermain di Camp Nou. Jumlah golnya mengungguli rekor milik Francisco Gento (6 gol), yang berseragam Madrid dalam rentang waktu 1953-1971.

Mega bintang asal Argentina itu sejauh ini juga masih berada di daftar topskorer El Clasico dengan torehan 25 gol, unggul cukup jauh dari rekor Alfredo Di Stefano dan Cristiano Ronaldo (18 gol).

Saat ini Barcelona masih menyisakan satu pertandingan lagi di La Liga, setelah laga kandang melawan Villarreal (10/5) beberapa hari yang lalu dan tandang melawan Levante (14/5) besok malam. Menariknya, sampai dengan jornada ke-37 Barca masih belum merasakan kekalahan dan berpeluang mengakhiri musim dengan status ‘Invincible’.

Momen emosional Iniesta – Messi

Yang paling menarik, pada senin dinihari menjadi momen paling emosional bagi legenda hidup Barcelona, Andres Iniesta, dimana menjadi kapten klub tersebut dalam laga el clasico terakhirnya.
Pemenang Piala Dunia tersebut bermain selama 57 menit dalam laga tersebut di Camp Nou sebelum digantikan oleh mantan pemain Tottenham dan Timnas Brasil, Paulinho.

Sebelum meninggalkan lapangan pertandingan Iniesta perlu memberikan balutan tangan kapten kepada Messi, dimana ia berjalan mengarah ke pemain nasional Argentina tersebut.

Iniesta terlihat membuka balutan tangan tersebut dan menyerahkannya kepada Messi, yang kemudian memeluknya dan membisikkan sesuatu ke telinga Lionel Messi.

Tidak terlalu jelas apa yang dibisikkan kapten Barcelona tersebut, dimana kemudian digemuruhkan dengan tepuk tangan dari seluruh isi stadion Camp Nou, markas Barcelona yang berkapasitas 99.354 penonton tersebut.

Namun dilansir Fun88, dimana banyak analis yang percaya bahwa Iniesta seolah-olah memberikan tanggung jawab klub Barcelona FC kepada seorang Lionel Messi setelah ia hijrah ke klub Cina musim depan.

Sebelumnya Iniesta sudah mengatakan dalam konferensi press sebelum el clasico bahwa ia akan meninggalkan Barcelona pada awal musim depan.

Zinadine Zidane, dimana menunggu pemain berusia 33 tahun tersebut keluar lapangan, dengan maksud untuk berbicara langsung dengannya setelah pertandingan tersebut. “Akan sulit untuk menerima apa yang terjadi karena kita semua cinta dengan sepakbola, melihat seorang pemain sepertinya meninggalkan kita, menjadi sangat sulit,” sebutnya kepada media.

Iniesta sendiri tampaknya tidak akan berfikir menjadi pelatih dan memutuskan untuk gantung sepatu setelah kontrak 1 tahunnya di Chongqing Dangdai Lifan berakhir.

Hal ini pasti menjadi kenangan yang sangat membekas bagi setiap pendukung Barcelona dan rakyat Spanyol, terlebih setelah apa yang ia berikan kepada sepakbola terutama gol solo dalam Final Piala Dunia 2010 lalu yang memastikan gelar Piala Dunia timnas Spanyol yang pertama dalam sejarah. Kita nantikan bagaimana sepakterjang skuad timnas Spanyol tanpa kehadiran Iniesta di Piala Dunia 2018 minggu depan.