Results 1 to 1 of 1

Thread: Ini dia kisah awalnya almanak Jawa

  1. #1
    Member
    Join Date
    Jan 2019
    Posts
    4
    Likes (Received)
    0
    Dislikes (Received)
    0
    Rep Power
    10

    Ini dia kisah awalnya almanak Jawa

    Kalender Jawa atau Penanggalan Jawa adalah sistem penanggalan yang dipakai oleh Kesultanan Mataram dan beragam kerajaan penggalan nya serta yang mendapat pengaruhnya. Kalender ini memiliki ciri khas khusus karena memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sedikit penanggalan Julian yang mewujudkan bagian dari budaya Barat.

    Pola kalender Jawa online memakai dua siklus hari: siklus mingguan yang terdiri dari tujuh hari, yakni Ahad sampai Sabtu dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi atau(1547 Saka), Maharaja Agung dari Mataram berusaha keras menanamkan agama Islam di pulau Jawa. Salah satu upaya nya adalah mengganti penanggalan Saka yang berbasis pada pergantian matahari dengan sistem kalender kamariah atau lunar yang mengusung pergantian bulan. Uniknya, angka pada tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan, tidak menggunakan perhitungan dari tahun Hijriyah( saat itu1035 H). Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan, sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

    Ketentuan Kaisar Agung terjadi di seluruh & wilayah Kesultanan Mataram: seluruh pulau Jawa dan Madura kecuali Banten, Batavia dan Banyuwangi (= Balambangan). Ketiga daerah terakhir ini tidak termasuk wilayah kekuasaan Kaisar Agung. Tanah Bali dan Palembang yang mendapatkan pengaruh budaya Jawa, juga tidak ikut mengambil alih kalender karangan Kaisar Agung ini.

    Di bawah ini disajikan nama-nama bulan Jawa versi Islam. Sebagian nama bulan diambil dari Almanak Hijriyah, dengan menggunakan kosakata Arab, namun beberapa di antaranya menggunakan nama dalam bahasa Sanskerta seperti Pasa, Sela dan nampaknya juga Sura. Sedangkan nama Apit dan Besar bermula dari bahasa Jawa dan bahasa Melayu. Nama-nama ini ialah nama bulan kamariah atau candra (lunar). Penamaan bulan sebagian berkaitan dengan hari-hari besar yang ada dalam bulan lunar, seperti bulan Pasa ada hubungannya dengan ibadah puasa Ramadhan, Mulud ada hubungannya dengan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul Awal, dan Ruwah ada hubungannya dengan Nisfu Syaban di mana dianggap simbol amal apa saja yang sudah dilakukan selama setahun terakhir.
    Last edited by tanggalmuda; 23 Feb 2019 at 21:15.

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •