Post: Game Dambaan Setiap Gamers
User: Techsianaku
Infraction: Junk / OOT
Points: 5

Administrative Note:
SPAM

Message to User:
SPAM

Original Post:
Bersuami-istri musti bersiteguh untuk mencapai wilayah sakinah. Juga mawaddah dan berteduh kewelas-sihan.

Itu adalah dambaan setiap insan. Wajar.

Bersuami-istri harus bersikeras memperjuangkan sakinah. Meski setiap derap waktu gangguan tekun menyelinap tak bosan-bosan.

Sakinah tak boleh pergi. Sakinah tak boleh hilang.

Bagaimanapun juga, tantangan hidup-tantangan hidup adalah sesuatu yang harus dihadapi, dikalahkan, dilalui. Harus.

Penghadapan tantangan membutuhkan keadaan yang ideal. Manusia dituntut untuk pandai-pandai memindai kebutuhan.

Artinya, sanggup mengurangi apa-apa yang harus dikurangi, dan menambahkan apa-apa yang semustinya ditambahi.

Itu saja. Simpel.

Pekerjaan utama dari bersuami-istri adalah berjuang.

Memperjuangkan segala sesuatu yang patut diperjuangkan, berjuang mencari yang wajib dicari, berjuang menemukan yang musti ditemukan, berjuang mempertahankan segala hal yang perlu dipertahankan, juga berjuang merawat semua yang layaknya dirawat.

Pertengkaran atas ketidak sepakatan adalah kewajaran. Pembesaran dan pelarut-larutannya yang tidak wajar.

Ingat. Sakinah bukanlah hal yang sudah terkapling atau fixed. Tidak.

Sakinah adalah sesuatu yang diperjuangkan terus-menerus.

Ringkasnya, sakinah itu dinamis.

Sehingga, perjuangan dalam bersuami-istri harus diusahakan setiap saat. Dengan bersungguh-sungguh.

Pernikahan adalah hal yang kompleks, dwikompleks, multi kompleks. Berlapis-lapis. Dari awal sampai pungkas.

Bahkan perbedaan sudah disiplin datang di awal pernikahan.

Dari acara yang diselenggarakan. Cita-citanya bertema tradisional. Sesuai budaya. Namun kedua pihak keluarga berlatar belakang berbeda.

Kesakinahan sudah harus diadukan. Kudu berusaha bagaimana agar tidak ada yang rewel pada budaya mana yang dipakai.

Belum lagi soal hal-hal kecil yang teramat rumit lainnya, seperti urusan model souvenir saat pesta resepsi.

Satu pihak menginginkan untuk berbagi souvenir pernikahan jogja. Satunya lagi bergairah untuk membagikan souvenir ala-ala betawi.

Lagi-lagi. Perjuangan penyatuan.

Pernikahan yang temanya mengusung adat budaya memang terkesan ribet. Setiap acara disakralkan sedemikian lekat. Disesuaikan dengan adat. Runtut. Nggak boleh ada yang terlewati.

Tak apa. Lakukan saja sembari meyakini bahwa disetiap prosesi yang dijalankan memiliki faedah tersendiri. Setidaknya mematuhi leluhur selaku sesepuh.