Geothermal Indonesia - Pembangkit listrik tenaga panas bumi yang lebih baru bahkan dapat menyuntikkan kembali gas-gas ini ke dalam sumur panas bumi, yang berarti bahwa gas-gas tersebut kembali ke tempat semula sementara para insinyur dapat menghasilkan listrik yang mereka butuhkan.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi melepaskan kurang dari satu persen jumlah karbon dioksida yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara. Emisi senyawa sulfur dari kendaraan bermotor dan pembangkit bahan bakar fosil juga merupakan kontributor utama hujan asam, tetapi pembangkit listrik tenaga panas bumi, di sisi lain, hanya mengeluarkan sekitar satu hingga tiga persen dari senyawa sulfur yang dihasilkan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Pembangkit listrik siklus biner yang dirancang dengan baik, pembangkit yang memanfaatkan reservoir panas bumi yang lebih sejuk dengan mengaplikasikan zat yang memiliki temperatur didih lebih rendah, tidak memiliki emisi sama sekali, sehingga hal ini membuktikan bahwa energi panas bumi relatif aman bagi lingkungan.